Senin, 30 Juli 2012

BERHENTILAH MENYESALI DIRI (Amsal 23:7)


Seberapa sering kita menyesali diri, mengapa sesuatu tidak seperti yang diharapkan? Kita membandingkan diri kita dengan orang lain dan sulit mengucap syukur atas kehidupan yang kita jalanni.kita mungkin bertanya, mengapa aku tidak sepintar orang itu, mengapa kondisi kesehatanku selalu buruk , mengapa wajahku tidak tampan atau tidak cantik, dan lain-lain. Ini adalah contoh orang-orang yang suka menyesalli keadaan dirinya. Ayub 2:23 berkata “apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?”
                Andai Stephen Hawking menyesalli diri dan memilih untuk tidak usah terlahir ke dunia karena kehilangan fungsi motorik tubuhnya sehingga seumur hidup berada di atas kursi roda, pasti teori big bang (ledakan besar) yang menjelaskan asal usaul terciptanya alam semesta tidak pernah ada. Dengan kondisi tubuh yang begitu lemah dan berkomunikasipun harus di bantu alat, Hawking terus berkarya dan menjadi salah satu ahli fisika terbesar.
                Winston Churchill terlahir sebagai bayi prematur dengan usia kelahiran kurang dari enam bulan, ia tumbuh dengan wajah yang mengerikan, tidak seperti bayi yang lainnya yang lucu dan menggemaskan. Namun Churhill tidak menyesalli diri. Kepercayaan diri yang tinggi mengantarkan menjadi Perdana Mentri yang memimpin Inggris dalam perang dunia ke-II
                Siapa menyangka bahwa seorng mahasiswa drop out bernama Bill Gates suatu hari akan menjadi orang terkaya di dunia? Siapa yang menyangka bahwa seorang bernama Daud  yang terlupakan oleh ayah-ibu dan keluarga besarnya (Mazmur 27:10) suatu hari akan menjadi raja terbesar di Israel yang sepanjang masa pemerintahannya tidak pernah kalah dalam perang. Debora yang adalah seorang nabiah dan hakim atas orang Israel memimpin bangsa Israel maju memerangi Sisera, panglima tentara Yabin , raja Kanaan. Debora turut serta dalam peperangan dan ia berhasil memenangkan perang. Terbuktilah bahwa wanita pun bisa memberi kontribusi signifikan dalam dunia kepemimpinan.
                Bahwa kita masih hidup bersyukurlah (Yesaya 38:19). Sadarkah saudara bahwa kita diciptakan menurut gambar Sang Pencipta? Ada citra Illahi dalam diri kita, tentulah hal ini patut dibanggakan. Percayakah kita bahwa Tuhan bisa memberkati damn memakai kita dalam keadaan apapun? Bagaimanapun keadaan kita, kita tetap indah di pemandangan-Nya. Amsal 23:7 berkata, “sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”
                Berhentilah mennyesali diri, kita hanya perlu menemukan talenta yang Tuhan telah taruh dalam diri kita, lalu menggunakannya selaras perintah Tuhan.


SUARA GEMBALA
Temukan satu hal yang baik tentang diri kita, dan bersyukurlah untuk hal itu. Lalu mulailah mencintai kehidupan dan melakukan apa yang dapat kita lakukan.

Tidak ada komentar: