Senin, 06 Agustus 2012

MENGASIHI ORANG YANG MEMUSUHI (Matius 5:43-48)
Matius 5:44
"kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang mengabiaya kamu"
               Bnyak orang yang berpendapat apabila orang berhadapan dengan orang baik harus berlaku baik, sementara berhadapan dengan orang yang menganiaya maka patut dibenci bahkan sekarang ini ada banyak orang yang bertindak semena-mena dengan orang lain. yang kuat menekan yang lemah, yang kaya menindas yang miskin.
               Prinsip kekristennan amat berbeda dari prinsip dunia ini. Firman Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi musuh kita. Tuhan berkata: "apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dn apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? (ayat 46-47). Tuhan Yesus adalah teladan yang luar biasa bagi kita. Ia sanggup mengalahkan yang jahat dengan kebaikan, diejek, diludai, dimusuhi, dianiaya, bahkan sampai mati dikayu salib. Dia tidak pernah membalas perbuatan jahat mereka, tapi Dia berdoa bagi mereka (Lukas 23:34). Kejahatan tidak akan dapat ditaklukkan oleh kejahatan, tetapi kebaikanlah yang mampu mengalahkan kejahatan! Mungkin kita berkata, "saya adalah manusia biasa, mustahil bisa mengasihi musuh." Alkitab menambahkan: "...haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disurga sempurna." (Matius 5:48) Mustahilkah??? Tentu tidak, karena status kita adalah anak-anak Allah, derarti benih Illahi itu ada di dalam kita, dan sudah seharusnya kita mewarisi sifat dan karakterNya. dikatakan, "Barang siapa tidak mengasihi , ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (1 Yohanes 4:8). Patilah Allah tidak pernah memberi perintah yang mustahil untuk kita lakukan. Menjadi sempurna bukan tergantung pada usaha kita, tetapi tergantung pada siapakah kita, asalkan kita terus bertumbuh didalam Dia. Mengasihi musuh adalah bentuk dari penyangkalan diri. Ini adalah salah satu ujian untuk membuktikan status kita sebagai anak Allah, " dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga," (Matius 5:45)


SUARA GEMBALA
mari kita hidup saling mengasihi kepada semua orang, sama seperti KRISTUS telah mengasihi kita.