Sabtu, 13 Oktober 2012

BELAJAR UNTUK PERCAYA


Yohanes 11-15
”Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."


Mungkin kita kerap bertanya, jika Tuhan mengasihi saya, mengapa Dia mengijinkan hal terburuk terjadi? Hal seperti ini juga pernah saya pertanyakan ketika dokter mengatakan ibu saya sakit kanker stadium 3. kaki saya terasa lemas dan pikiran saya begitu kacau. Padahal saya sudah berdoa puasa beberapa bulan untuk kesembuhan ibu saya. Padahal baru saja ayah dan ibu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat beberapa hari yang lalu. Namun, mengapa kenyataan ini harus kami hadapi? Sungguhkah Yesus mengasihi kami?
Alkitab mencatat bahwa Yesus mengasihi Lazarus (Yohanes 11:3). Namun, mengapa ketika Yesus mendengar bahwa Lazarus sedang sakit, Dia tidak segera datang ke Betania untuk menyembuhkannya? Sebaliknya, Tuhan Yesus justru menunda kedatangannya dan membiarkan Lazarus mati. Apakah Yesus sungguh-sungguh mengasihi Lazarus, Maria dan Marta? Ya, Tuhan sangat mengasihi mereka. Tetapi Tuhan juga punya maksud dan rencana yang kerap kali tidak kita mengerti, sehingga membiarkan semua itu terjadi.
Terkadang Tuhan membiarkan kita masuk ke lembah kekelaman. Terkadang juga Tuhan membiarkan ”seolah-olah” kita ditinggal sendirian. Namun, pada saat-saat seperti itulah sesungguhnya iman kita sedang diuji. Tuhan membiarkan kita mengalami masa-masa gelap degan satu tujuan, yaitu agar kita belajar untuk percaya (Yohanes 11:15). Saat masa-masa gelap itu datang, maukah kita belajar percaya bahwa Tuhan tetap berdaulat dan mempunyai rencana yang indah di balik semua masalah yang sedang kita hadapi. 




SUARA GEMBALA
Disaat Kita Tidak Mengerti Mengapa Semua Terjadi
Marilah Kita Belajar Untuk Percaya Pada Kebaikan Tuhan

"MAKNA KINCI"

"kunci sebagai simbol otoritas"
                    kata "kunci" yang didalam bahasa ibraninya MAPHTEAKH arti dasarnya adalah pembuka, sedangkan didalam bahasa yunaninya adalah KLEIS. kunci adalah sebuah alat untuk membuka pintu kamar (Hak 3:23), pintu rumah (luk 11:7), pintu gerbang (neh 3:3), maupun pintu penjara (kis 5:23). pintu kamar atau pintu rumah biasanya menggunakan kunci yang terbuat dari kayu, sedangkan pintu gerbang dan pintu penjara biasanya menggunakan kunci yang terbuat dari besi. ada dua bagian penting dari kunci, yaitu induk kunci dan anak kunci. induk kunci terdiri dari dua balok kecil, yang satu pendek dan dipangkuan pintu, yang satunya lebih panjang yang diletakkan bersilangan dengan yang pendek. di induk kunci yang dipangkuan di pintu diletakkan besi-besi kecil secara longgar, tetapi tetap disa menjadi penghalang bagian yang panjang sehingga tidak dapat dilepas jika tidak menggunakan anak kunci. sementara anak kunci dibaut bengkok agar dapat dimasukkan kelubang yang di buat di induk kunci.di anak kunci juga terdapat besi-besi kecil untuk mendorong besi-besi kecil yang ada di induk kunci supaya bagian yang panjang bisa di tarik dan lepas, dan pintu pun akan terbuka. bicara mengenai kunci, maka itu tidak bisa dilepaskan dari pengertian simbolik, paling tidak ada tiga pengertian simbolik dari kata "kunci", yaitu :
                     pertama, sebagai simbol otoritas kerajaan. dalam bentuk nubuatan , Tuhan berfirman, "Aku akan menaruh kunci rumah Daud  ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutupi; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka."(yes 22:22). "kunci" rumah Daud yang akan diberikan kepada Elyakim adalah kekuasaan atas kerajaan Yehuda, dan memang pada kenyataannya dia menjadi pemimpin negeri itu.
kedua, sebagai simbol otoritas pengajaran. kepada Petrus, Yesus berkata, "kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di Sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di Sorga."(Mat 16:19). artinya, Petrus berhak menentukan apakah sebuah pengajaran itu benar atau tidak. pada gilirannya, kunci Kerajaan Sorga itu juga diberikan kepada rasul-rasul yang lain, seperti terlihat di dalam sidang di Yerusalem, seperti yang di jelaskan di dalam Kisah Rasul 15.
                      ketiga, sebagai simbol otoritas atas dunia kematian. yang memiliki "kunci" atas dunia kematian adalah Yesus, seperti dikatakan di Wah 1:18, "Dan yang hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala cunci maut dan kerajaan maut." Yesus memiliki "kunci" atas dunia kematian karena Dia telah mengalahkannya. Kemenangan Yesus ini menjadi jaminna iman orang percaya.

SUARA GEMBALA 
Milikilah kunci kehidupan didalam diri Tuhan Yesus, sehingga 
kemenangan demi kemenangan terjadi dalam hidup kita.