
Yohanes 11-15
”Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
Mungkin kita kerap bertanya, jika Tuhan mengasihi saya, mengapa Dia mengijinkan hal terburuk terjadi? Hal seperti ini juga pernah saya pertanyakan ketika dokter mengatakan ibu saya sakit kanker stadium 3. kaki saya terasa lemas dan pikiran saya begitu kacau. Padahal saya sudah berdoa puasa beberapa bulan untuk kesembuhan ibu saya. Padahal baru saja ayah dan ibu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat beberapa hari yang lalu. Namun, mengapa kenyataan ini harus kami hadapi? Sungguhkah Yesus mengasihi kami?
Alkitab mencatat bahwa Yesus mengasihi Lazarus (Yohanes 11:3). Namun, mengapa ketika Yesus mendengar bahwa Lazarus sedang sakit, Dia tidak segera datang ke Betania untuk menyembuhkannya? Sebaliknya, Tuhan Yesus justru menunda kedatangannya dan membiarkan Lazarus mati. Apakah Yesus sungguh-sungguh mengasihi Lazarus, Maria dan Marta? Ya, Tuhan sangat mengasihi mereka. Tetapi Tuhan juga punya maksud dan rencana yang kerap kali tidak kita mengerti, sehingga membiarkan semua itu terjadi.
Terkadang Tuhan membiarkan kita masuk ke lembah kekelaman. Terkadang juga Tuhan membiarkan ”seolah-olah” kita ditinggal sendirian. Namun, pada saat-saat seperti itulah sesungguhnya iman kita sedang diuji. Tuhan membiarkan kita mengalami masa-masa gelap degan satu tujuan, yaitu agar kita belajar untuk percaya (Yohanes 11:15). Saat masa-masa gelap itu datang, maukah kita belajar percaya bahwa Tuhan tetap berdaulat dan mempunyai rencana yang indah di balik semua masalah yang sedang kita hadapi.
SUARA GEMBALA
Disaat Kita Tidak Mengerti Mengapa Semua Terjadi
Marilah Kita Belajar Untuk Percaya Pada Kebaikan Tuhan
Disaat Kita Tidak Mengerti Mengapa Semua Terjadi
Marilah Kita Belajar Untuk Percaya Pada Kebaikan Tuhan
