Seberapa sering kita menyesali
diri, mengapa sesuatu tidak seperti yang diharapkan? Kita membandingkan diri
kita dengan orang lain dan sulit mengucap syukur atas kehidupan yang kita
jalanni.kita mungkin bertanya, mengapa aku tidak sepintar orang itu, mengapa
kondisi kesehatanku selalu buruk , mengapa wajahku tidak tampan atau tidak
cantik, dan lain-lain. Ini adalah contoh orang-orang yang suka menyesalli
keadaan dirinya. Ayub 2:23 berkata “apakah
kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?”
Andai Stephen Hawking
menyesalli diri dan memilih untuk tidak usah terlahir ke dunia karena
kehilangan fungsi motorik tubuhnya sehingga seumur hidup berada di atas kursi
roda, pasti teori big bang (ledakan besar) yang menjelaskan asal usaul
terciptanya alam semesta tidak pernah ada. Dengan kondisi tubuh yang begitu
lemah dan berkomunikasipun harus di bantu alat, Hawking terus berkarya dan
menjadi salah satu ahli fisika terbesar.
Winston
Churchill terlahir sebagai bayi prematur dengan usia kelahiran kurang dari enam
bulan, ia tumbuh dengan wajah yang mengerikan, tidak seperti bayi yang lainnya
yang lucu dan menggemaskan. Namun Churhill tidak menyesalli diri. Kepercayaan
diri yang tinggi mengantarkan menjadi Perdana Mentri yang memimpin Inggris
dalam perang dunia ke-II
Siapa
menyangka bahwa seorng mahasiswa drop out
bernama Bill Gates suatu hari akan menjadi orang terkaya di dunia? Siapa
yang menyangka bahwa seorang bernama Daud
yang terlupakan oleh ayah-ibu dan keluarga besarnya (Mazmur 27:10) suatu
hari akan menjadi raja terbesar di Israel yang sepanjang masa pemerintahannya
tidak pernah kalah dalam perang. Debora yang adalah seorang nabiah dan hakim
atas orang Israel memimpin bangsa Israel maju memerangi Sisera, panglima
tentara Yabin , raja Kanaan. Debora turut serta dalam peperangan dan ia
berhasil memenangkan perang. Terbuktilah bahwa wanita pun bisa memberi
kontribusi signifikan dalam dunia kepemimpinan.
Bahwa
kita masih hidup bersyukurlah (Yesaya 38:19). Sadarkah saudara bahwa kita diciptakan
menurut gambar Sang Pencipta? Ada citra Illahi dalam diri kita, tentulah hal
ini patut dibanggakan. Percayakah kita bahwa Tuhan bisa memberkati damn memakai
kita dalam keadaan apapun? Bagaimanapun keadaan kita, kita tetap indah di
pemandangan-Nya. Amsal 23:7 berkata, “sebab
seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”
Berhentilah
mennyesali diri, kita hanya perlu menemukan talenta yang Tuhan telah taruh
dalam diri kita, lalu menggunakannya selaras perintah Tuhan.
SUARA GEMBALA
Temukan satu hal yang
baik tentang diri kita, dan bersyukurlah untuk hal itu. Lalu mulailah mencintai
kehidupan dan melakukan apa yang dapat kita lakukan.


